Semarang – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat ekosistem perfilman melalui penyelenggaraan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Memasuki tahun kedua, festival ini menghadirkan sederet nama besar di industri perfilman Indonesia sebagai dewan juri, mulai dari sutradara Hanung Bramantyo hingga aktris Nirina Zubir. Perhelatan tersebut juga semakin meriah dengan penampilan Celine, jebolan Indonesian Idol.
Kehadiran para profesional perfilman diharapkan dapat memberikan apresiasi sekaligus mendorong lahirnya karya-karya berkualitas dari sineas muda. LOFF tidak hanya menjadi ajang kompetisi film pendek, tetapi juga ruang bagi para kreator untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan ide, dan memperluas kesempatan berjejaring di industri sinema.
Lima nama yang dipercaya menjadi dewan juri LOFF 2026 adalah Hanung Bramantyo, Ardian Parasto, Yandy Laurens, Aline Jusria, dan Nirina Zubir. Mereka memiliki pengalaman di bidang perfilman dengan keahlian yang beragam, sehingga penilaian terhadap karya peserta diharapkan dapat mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kekuatan cerita, penyutradaraan, penyuntingan, hingga kualitas artistik.

Keterlibatan para sineas tersebut menjadi salah satu daya tarik festival. Selain memberikan penilaian terhadap karya yang berkompetisi, kehadiran mereka juga mempertemukan talenta muda dengan pengalaman profesional yang telah berkembang di industri film nasional.
Diikuti 167 Film dari Berbagai Daerah
Antusiasme terhadap penyelenggaraan LOFF 2026 terlihat dari jumlah karya yang masuk. Sebanyak 167 film pendek dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam festival ini melalui tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi kreatif yang dapat dikembangkan melalui medium film pendek. Dengan durasi yang relatif ringkas, para peserta memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, mengangkat persoalan sosial, mengeksplorasi budaya, hingga menghadirkan sudut pandang baru mengenai kehidupan masyarakat.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi kualitas karya yang berhasil masuk sebagai finalis. Menurutnya, hasil karya para peserta menunjukkan potensi besar yang dimiliki sineas muda, termasuk mereka yang masih berada di bangku sekolah.
Sutradara Hanung Bramantyo juga menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas film peserta, khususnya kategori pelajar. Ia menilai kemampuan para pelajar dalam menghasilkan film berkualitas merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi dunia perfilman Indonesia.
Celine Indonesian Idol Meriahkan Malam Anugerah
Selain menjadi ruang apresiasi bagi sineas muda, LOFF 2026 turut menghadirkan hiburan bagi masyarakat melalui penampilan Celine, jebolan Indonesian Idol.
Penampilan tersebut menambah semarak Malam Anugerah LOFF 2026 yang diselenggarakan di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, pada Jumat malam. Perpaduan antara penghargaan bagi insan perfilman dan hiburan musik menjadikan festival ini sebagai perayaan kreativitas yang melibatkan berbagai subsektor industri kreatif.
Melalui penyelenggaraan tersebut, Pemkot Semarang berupaya menghadirkan kegiatan kebudayaan yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mampu menarik minat masyarakat untuk menikmati karya seni dan film.
Bangun Semarang sebagai Kota Sinema
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa upaya membangun Semarang sebagai kota sinema tidak cukup hanya dengan menjadikan kota ini sebagai lokasi pengambilan gambar atau tempat lahirnya para pekerja film. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah membangun ekosistem perfilman yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Ekosistem tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, produksi film, promosi karya, hingga keterlibatan berbagai sektor pendukung. Industri perfilman juga memiliki keterkaitan dengan perhotelan, pariwisata, kuliner, transportasi, dan pelaku usaha lokal.
Dengan semakin banyaknya kegiatan produksi film di Semarang, peluang ekonomi bagi masyarakat juga dapat terbuka. Lokasi bersejarah, kawasan wisata, kekayaan kuliner, serta budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi cerita sekaligus daya tarik bagi rumah produksi dari berbagai daerah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena turut menyoroti potensi Semarang untuk berkembang sebagai pusat kegiatan perfilman. Menurutnya, kekayaan lokal seperti busana, wastra, kuliner, dan berbagai destinasi kota dapat diangkat melalui karya sinema sehingga semakin dikenal masyarakat luas.
Ia juga melihat peluang bagi Semarang untuk membangun kolaborasi perfilman dengan daerah lain, sekaligus memperkuat posisinya dalam jaringan industri kreatif nasional.
Festival Berlanjut untuk Mendorong Talenta Lokal
Penyelenggaraan LOFF 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Semarang untuk menyediakan ruang bagi sineas muda agar terus berkarya. Festival ini diharapkan tidak berhenti pada pengumuman pemenang, tetapi dapat membuka kesempatan bagi karya-karya terpilih untuk memperoleh perhatian lebih luas.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku industri, komunitas film, dan masyarakat, Semarang memiliki peluang untuk mengembangkan kegiatan perfilman yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong munculnya talenta baru sekaligus memperkuat keterhubungan antara kreativitas, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi daerah.
Melalui LOFF, Pemkot Semarang ingin memastikan bahwa pengembangan kota sinema bukan sekadar slogan, melainkan upaya nyata untuk membangun ruang kreatif yang memberi manfaat bagi sineas, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi kreatif Kota Semarang.
